Kasus Pegawai Bank Mandiri Hina Nasabah Viral di Media Sosial, Sebut Kampungan Gara-Gara Kartu ATM Tak Bisa Digunakan
--
TOLIMAG - Tak berhenti menarik perhatian, di bawah ini akan kami sampaikan informasi mengenai pegawai Bank Mandiri hina nasabah yang wajib kamu tahu. Simak informasi selengkapnya yang sudah kami rangkum!
Diketahui baru-baru seorang nasabah Bank Mandiri mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan ketika ia menyampaikan keluhan terkait kartu ATM miliknya yang tiba-tiba tidak bisa digunakan.
Kemudian secara tak disangka di media sosial, ia mengaku disebut “kampungan” oleh seorang pegawai yang disebutnya merupakan Relationship Manager Bank Mandiri.
Baca lainnya: Inilah 6 Tuntutan Aksi Agustus Gelap di UGM Merespons Meninggalnya Rheza, Affan Kurniawan, Iko, Andika, Hingga Alfarisi
Kasus Pegawai Bank Mandiri Hina Nasabah Viral di Media Sosial
Postingan itu sontak viral dan mendapat sekitar 14 ribu likes serta 2,7 ribu komentar. Setelah ramai, pegawai yang bersangkutan disebut menghubungi nasabah untuk meminta maaf sekaligus meminta unggahan dihapus.
Akan tetapi, permintaan itu ditolak. Kemudian sang nasabah mempertanyakan mengapa respons baru diberikan setelah keluhannya menjadi viral. Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan soal kualitas pelayanan dan cara perusahaan merespons keluhan nasabah.
Dalam keterangannya manajemen Bank Mandiri memberikan respons resmi pasca viralnya utas keluhan nasabah di media sosial Threads yang keluhkan tak dapat menarik uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) hingga diduga disebut "kampungan" oleh oknum karyawan.
Kemudian dalam akun resminya, pihak perbankan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan transaksi yang dialami oleh pemilik akun @syauqinamaghfirah.
Tak hanya menyampaikan permohonan maaf atas kendala teknis kartu ATM, Bank Mandiri juga memberikan panduan langkah-langkah penyelesaian masalah transaksi secara langsung kepada nasabah melalui fitur Livin' Call by Mandiri Bebas Pulsa.
"Halo Sahabat @syauqinamaghfirah, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Perihal kendala tersebut Sahabat dapat menghubungi Mandiri Call 14000 atau jika sudah terhubung Livin' by Mandiri, Sahabat dapat menghubungi layanan Livin' Call by Mandiri Bebas Pulsa untuk dilakukan pengecekan status kartu terlebih dahulu," tulis pihak Bank Mandiri melalui staf layanan bernama Nico, dikutip dalam Threads @bankmandiri, Jumat (28/8/2026).
Dengan ini pihak bank merinci sembilan langkah teknis mulai dari membuka aplikasi Livin' by Mandiri, memilih ikon headset layanan bebas pulsa di pojok kanan atas, hingga terhubung langsung dengan Staf Livin' Call untuk penanganan cepat.
"Dengan senang hati kami menunggu telepon Sahabat agar kami dapat menindaklanjuti keluhan Sahabat pada kesempatan pertama," tutup pernyataan resmi tersebut.
Sebagai respon resmi tersebut keluar setelah publik dihebohkan oleh unggahan Syauqina yang mengeluhkan tak dapat menarik uang tunainya. Berhara[ mendapatkan bantuan teknis, ia justru mendapatkan komentar tak pantas oleh akun @rasantiputrim di kolom komentar.
"Ga miskin tapi kampungan," tulis akun sang pegawai.
Rupanya terbonkar bahwa pemilik akun itu adalah LPM, seorang Relationship Manager di Bank Mandiri yang tercatat telah berkarier selama hampir enam tahun sejak 2020.
Unggahan yang menyatakan kekecewaan Syauqina pun meledak hingga meraup lebih dari 14 ribu likes dan 2.700 komentar, serta diunggah ulang oleh akun Instagram @net2netnews.
Syauqina secara terbuka menyindir etika pelayanan oknum pegawai perbankan BUMN itu.
"Aduh dikatain kampungan sama pegawai Bank Mandiri, kirain bakalan dibantuin kok malah dikatain kampungan. Pegawai macam apa nih @bankmandiri," balas Syauqina.
Gelombang kritik netizen pun bermunculan menyoroti kontras etika pelayanan tersebut.
Baca lainnya: VIRAL! Video Detik-Detik Banjir Bandang Nepal Terekam CCTV Nyaris Setinggi Tsunami, Akibatkan 160 Orang Tewas
Bank Mandiri adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang jasa keuangan dan perbankan.
Bank Mandiri adalah hasil dari upaya pemerintah Indonesia untuk merevitalisasi sektor perbankan pasca krisis moneter yang melanda pada akhir tahun 1990-an.
Bank ini berdiri pada tanggal 2 Oktober 1998 melalui penggabungan empat bank milik negara, yaitu:
- Bank Bumi Daya
- Bank Dagang Negara
- Bank Exim
- Bank Pembangunan Indonesia
Demikian pembahasan pada artikel kali ini. Kami harap informasi yang disampaikan di atas bisa membantu kamu memahami lebih dalam mengenai topik yang satu ini. Terimakasih sudah membaca dan selamat menjalani hari.