Kepala SPPG Kalitengah Sidoarjo Kena Suspend Usai Tragedi 500 Santri Keracunan MBG
--
TOLIMAG – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis yakni MBG terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Jumlah korban pada kejadian tersebut terus bertambah berdasarkan proses pendataan.
Data terbaru mencatat sebanyak 566 santri terdampak seusai menyantap makanan MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kalitengah.
Sebagian korban diharuskan mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pada Rabu, 2 September 2026, Bupati Sidoarjo Subandi menyebut 88 santri tengah menjalani perawatan, sementara korban lainnya telah mendapatkan penanganan medis serta diperbolehkan pulang.
Dilansir detikJatim, kasus tersebut kemudian mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional atau BGN. Pemerintah melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan serta mengevaluasi pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.
Sebagai tindak lanjut kasus tersebut, BGN mengusulkan pencopotan sekaligus pergantian Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho. Usulan tersebut disampaikan Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana. Dirasanya, langkah tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut atas kejadian yang berdampak terhadap ratusan santri.
Dikutip dari detikJatim, BGN juga menjatuhkan sanksi suspensi berat selama 30 hari terhadap SPPG Kalitengah. Selama masa tersebut, operasional SPPG dihentikan sementara sembari proses investigasi dilakukan. Kendati demikian, perlu ditegaskan bahwa Rafli Ridho baru diusulkan untuk dicopot, yang mana belum tepat disebut sudah resmi dipecat. BGN juga masih memprioritaskan penanganan kesehatan para korban yang menjalani perawatan.
Sebelumnya, ratusan santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, diduga mengalami keracunan MBG pada Selasa 1 September 2026. Tidak hanya santri serta santriwati, sejumlah pelajar dari 19 sekolah lain diduga juga mengalami keluhan yang sama setelah menyantap menu MBG.
Baca lainnya: Daftar Kode Redeem Genshin Impact Aktif September 2026 dan Cara Tukar Hadiah: Amankan Ratusan Primogem dan Mora Gratis
Menu MBG tersebut terdiri dari nasi putih, telur orak arik, tempe bumbu bali, tumis buncit baby corn dan apel dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin. “Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho kepada awak media, Rabu 2 September 2026.
Rafli mengungkapkan, pihaknya mengolah menu MBG sejak pukul 05.30 WIB. Kemudian, disalurkan ke penerima pukul 11.00 WIB. Makanan tersebut hanya tahan sampai dengan 4 jam. Sebelum dikonsumsi oleh penerima MBG, makanan akan diuji penilaian terlebih dahulu oleh PIC pihak sekolah guna menentukan kualitas produk.
“Di situ kan ada organoleptik (penguji atau penilai suatu produk). Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah dimakanan itu. Tapi kenapa kok keracunan lah itu yang saya tidak tahu,” jelasnya.
Sementara itu, BGN masih melakukan investigasi terhadap kasus dugaan keracunan yang menimpa 566 santri. Sampel makanan sampai dengan bahan lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut diperiksa sebagai upaya mengetahui penyebab munculnya gangguan kesehatan.
Dengan adanya kasus tersebut, pemerintah tidak hanya melakukan penanganan terhadap korban, tetapi juga mengevaluasi pengelolaan SPPG dan pelaksanaan program MBG di Sidoarjo. Hasil investigasi nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi.