Thursday 3rd of September 2026

VIRAL! 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Keracunan Menu Nasi Goreng MBG

VIRAL! 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Keracunan Menu Nasi Goreng MBG

--

TOLIMAG – Puluhan siswa dan seorang guru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Nganjuk, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu 2 September 2026.

MBG adalah singkatan dari “Makan Bergizi Gratis”, yaitu program nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia.

Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kesehatan, menekan angka stunting, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini. Melalui pemberian makanan bergizi, diharapkan anak-anak bisa belajar dengan lebih fokus, tumbuh dengan sehat, dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.

Baca lainnya: Healing at the Academy Convenience Store Full Chapter, Kisah Konflik di Sekolah dan Krisis Identitas

Program MBG dijalankan melalui dapur umum di setiap daerah yang menyiapkan makanan bergizi setiap hari. Menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak, seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu. Selain itu, bahan-bahan makanan diambil dari produk lokal agar ekonomi masyarakat sekitar ikut berkembang.

Secara sederhana, MBG adalah program makan gratis yang bergizi dan sehat untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas, sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.

Meskipun disajikan dalam wadah ompreng berisi ragam lauk pauk, menu makanan yang didistribusikan ke sekolah tersebut justru membuat puluhan siswa mengeluh mual, pusing, sampai dengan muntah-muntah beberapa jam usai mengonsumsinya.

 

Andi Joko Santoso, salah guru SMAN 3 Nganjuk, pun membeberkan kronologi kejadian. MBG dikirimkan seperti biasanya sekitar pukul 10.00. setelah itu para siswa menyantap menu nasi goreng tersebut.

"Tadi datang menu MBG jam 10.00 WIB. Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk ngambil. Anak-anak kemudian ambil dan makan. Kemudian jam dua (14.00 WIB) lebih, kok ada yang mual, ada yang pusing, ada yang muntah." jelasnya.

Baca lainnya: Rekayasa Dokumen, Mantan Pj Bupati Maluku Tengah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih, Negara Rugi Rp3,8 M

Siswa yang mengalami gejala keracunan dilarikan ke Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk, dan RS Bhayangkara. Menu MBG yang dikonsumsi berupa nasi goreng dengan ayam suwir serta tahu bulat, namun belum diketahui bagian yang menyebabkan keracunan.

Akibat timbulnya gejala serentak, suasana di lingkungan sekolah juga Puskesmas Nganjuk sempat mencekam. Puluhan mobil ambulans lalu-lalang mengangkut para siswa yang kesakitan dari sekolah menuju puskesmas yang berjarak sekitar 100 meter.

Kepala Puskesmas Nganjuk, dr. Rio Kasino, menyatakan pihak puskesmas menerima puluhan pasien sejak siang sampai dengan sore hari. Terhitung pukul 16.00 WIB, korban terduga keracunan terus berdatangan.

Hingga saat ini, tercatat 49 korban, terdiri dari 48 siswa SMAN 3 Nganjuk dan satu guru perempuan. Sebanyak 20 korban dirawat di Puskesmas Begadung, 17 di RSUD Nganjuk, dan 12 di RS Bhayangkara. Menu tersebut diketahui berasal dari SPPG Begadung, akan tetapi pihak SPPG belum memberikan keterangan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST