Lebih dari 300 Siswa dan Guru di Agam Sumatera Barat Keracunan MBG, Gubernur Desak Penutupan Dapur
--
TOLIMAG – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa dan guru setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi.
MBG adalah singkatan dari “Makan Bergizi Gratis”, yaitu program nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan makanan bergizi secara gratis kepada anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui di seluruh Indonesia.
Tujuan utama MBG adalah meningkatkan kesehatan, menekan angka stunting, dan memperkuat sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini. Melalui pemberian makanan bergizi, diharapkan anak-anak bisa belajar dengan lebih fokus, tumbuh dengan sehat, dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
Program MBG dijalankan melalui dapur umum di setiap daerah yang menyiapkan makanan bergizi setiap hari. Menu disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak, seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan susu. Selain itu, bahan-bahan makanan diambil dari produk lokal agar ekonomi masyarakat sekitar ikut berkembang.
Baca lainnya: Rekayasa Dokumen, Mantan Pj Bupati Maluku Tengah Jadi Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih, Negara Rugi Rp3,8 M
Secara sederhana, MBG adalah program makan gratis yang bergizi dan sehat untuk masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Program ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk menciptak Gubernur menganggap, insiden tersebut ditimbulkan oleh minimnya koordinasi antara pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun penyedia dapur MBG dengan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan.
"Kita harapkan (kejadian ini) tidak boleh terjadi. Kenapa? Seandainya dapur MBG itu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak lainnya, insiden ini bisa diantisipasi," ungkap Mahyeldi, Rabu 2 September 2026. Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Puskesmas Palupuh dan 13 Puskesmas Pembantu (Pustu) di sekitarnya, sebanyak 237 siswa serta guru dilaporkan mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu MBG.
Sebagai langkah cepat sebagai upaya meminimalisasi dampak dan jumlah korban, Mahyeldi menginstruksikan supaya operasional dapur penyedia MBG di lokasi kejadian segera dihentikan serta ditutup sementara.
"Untuk sekarang ini harus ditutup, dihentikan. Diamankan dulu, kemudian diperiksa segala sesuatunya untuk memastikan di mana masalahnya, baru nanti ditindaklanjuti. Ini jadi pembelajaran bagi dapur-dapur lainnya," tekan Gubernur. Terkait penanganan medis para korban, Pemprov Sumbar bersama Dinas Kesehatan setempat terus memantau perkembangan serta mengumpulkan data penanganan di lapangan.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan sejak Senin (31/8/2026) sore. Jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kemudian bertambah sampai dengan kejadian tersebut diketahui secara luas pada Rabu 2 September 2026.
Baca lainnya: VIRAL! 49 Siswa SMAN 3 Nganjuk Keracunan Menu Nasi Goreng MBG
Walinagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Novri Agus Prata, menjelaskan bahwa pihaknya prihatin dengan kondisi para penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi makanan MBG.
“Sebanyak 181 orang dilarikan ke puskesmas akibat diduga memakan MBG dan saat ini mendapatkan tindakan di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam. Sementara pihak walinagari meminta pihak yayasan MBG agar makanan tersebut dilakukan uji laboratorium,” jelas Novri, Kamis 3 September 2026.
Menurut Novri, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan apakah makanan yang didistribusikan melalui program MBG memiliki keterkaitan dengan gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.
Pemerintah Kabupaten Agam lantas turun ke lapangan guna memastikan kondisi para penerima manfaat sekaligus menelusuri dugaan sumber gangguan kesehatan tersebut.
Pemerintah daerah memastikan penerima manfaat yang mengalami keluhan mendapatkan pelayanan medis sesuai dengan kondisi masing-masing. Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengungkapkan bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lapangan guna memastikan seluruh penerima manfaat mendapatkan penanganan medis secara optimal.