Thursday 10th of September 2026

HEBOH! Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Guru di SMAN 1 Pamanukan Memanas, Tersangka Kini Dinonaktifkan dari Jabatannya

HEBOH! Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Guru di SMAN 1 Pamanukan Memanas, Tersangka Kini Dinonaktifkan dari Jabatannya

--

TOLIMAG – Skandal dugaan pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kian memanas. Pihak kepolisian mengungkapkan jumlah siswi yang dikabarkan menjadi korban aksi bejat Ahmad Taoji melonjak drastis, dari 1 orang menjadi 11 orang.

“Sejauh ini berdasarkan pendataan kami sudah terdata ada 11 siswi yang diduga jadi korban. Namun yang laporan baru 1 orang yang viral kemarin," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polres Subang, Aiptu Nenden Nurfatimah, Rabu (9/9/2026).

Nenden menjelaskan, semua korban yang teridentifikasi akan segera dipanggil guna dimintai keterangan terkait kasus dugaan pencabulan di lingkungan SMAN 1 Pamanukan.

Baca lainnya: Aristya Agung Setiawan Laporkan Cut Keke dan Malik Bawazier Atas Tindak Perselingkuhan, Telah Kantongi Bukti CCTV

"Kita akan panggil dan mintai keterangan dari 11 siswi yang diduga jadi korban, sejauh ini baru 1 yang melapor dan sudah dimintai keterangan," katanya.

Sementara itu, Ahmad Taoji sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak kemarin, Selasa (8/9/2026). "Guna pemeriksaan lebih lanjut, pelaku sudah kita amankan di Rutan Polres Subang," ucapnya.

Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, menjelaskan bahwa aksi demo atau protes siswa siswi dipicu adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu oknum di lingkungan sekolah. "Senin kemarin, ada keramaian anak-anak mendemo bahwa di sekolah ada peristiwa pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum," kata Edi dalam keterangannya kepada media, Selasa.

 

"Kita terus memberikan (pembinaan), termasuk hari ini juga kita mengadakan Zoom ke seluruh kepala sekolah sama pengawas, sama kepala cabang dinas, agar melakukan mitigasi terhadap tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan risiko terhadap pelecehan seksual, termasuk yang lain-lain," katanya ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (8/9/2026).

Baca lainnya: VIRAL! Video Yang Wes Yang Banyuwangi Full Durasi HD, Isinya Bikin Syok!

"Warning kerasnya ya, yang jelas kan itu aturannya sudah ada, undang-undangnya sudah ada kan, kode etik mengajarnya sudah ada, ya tinggal dilakukan. Siapa yang melanggar ya kena sanksi, gitu saja," jelas Purwanto.

Ia menyampaikan, terduga guru SMAN 1 Pamanukan tersebut sudah dinonaktifkan dari jabatan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan serta tugasnya sebagai tenaga pendidik.

Bukan hanya menonaktifkan guru tersebut, Disdik Jabar berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap siswi yang menjadi korban.

"Kita koordinasi sama DP3AKB untuk pendampingan psikologis kepada korban," pungkas Purwanto. "Sementara yang bersangkutan dinonaktifkan. Dinonaktifkan dari jabatannya sebagai wakil kepala sekolah dan dinonaktifkan dari tugas mengajar," lanjutnya kemudian.

Selain pengakuan korban, tersebar pula tangkapan layar percakapan antara seseorang yang disebut sebagai guru dengan korban. Dalam percakapan tersebut, pihak yang mengirim pesan berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada pelaku yang merupakan guru matematika.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST