Sunday 13th of September 2026

Tim SAR Gabungan Perluas Jangkauan di Hari ke-4 Pencarian 5 Jurnalis Reporter Anak Krakatau

Tim SAR Gabungan Perluas Jangkauan di Hari ke-4 Pencarian 5 Jurnalis Reporter Anak Krakatau

--

TOLIMAG – Operasi pencarian terhadap lima jurnalis beserta tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda ketika meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau belum menemui titik terang sampai Kamis (10/9/2026) malam.

Selama pencarian hari ketiga, Kamis kemarin, tim SAR gabungan memperluas penyisiran melalui laut serta udara serta mengerahkan lebih dari 300 personel dan sedikitnya 11 kapal dari berbagai instansi. Pada operasi tersebut, personel TNI Angkatan Laut menemukan sebuah life jacket atau rompi pelampung tanpa identitas di perairan sebelah barat Anyer.

Akan tetapi, hingga kini belum dapat dipastikan apakah pelampung tersebut berkaitan dengan rombongan jurnalis dan awak kapal yang tengah dicari. Komandan Lanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengungkapkan, semua barang yang ditemukan wajib terlebih dahulu menjalani proses identifikasi.

Baca lainnya: Rekomendasi Update Novel Cry, or Better Yet, Beg Chapter 14 Scan Indonesia, Mengekspresikan Ketertarikannya dengan Cara yang Kejam

"Untuk temuan tim KAL Anyer saat ini masih akan dilaksanakan identifikasi terlebih dahulu. Jadi, untuk kejelasannya mohon dari rekan-rekan menunggu, mengingat posisinya penemuan tersebut cukup jauh dari lokasi kejadian," ujarnya, dikutip dari Antaranews.

Selain rompi pelampung, tim juga menemukan sebuah barang berbentuk tabung atau botol berwarna putih. Wawan menjelaskan bahwa, barang tersebut masih tergolong benda yang umum digunakan nelayan yang mana membuat tim belum bisa menyimpulkan keterkaitannya dengan korban.

"Di lokasi yang ditemukan itu baru satu buah life jacket tanpa identitas dan satu buah botol tabung putih yang sepertinya hal itu masih umum digunakan oleh nelayan. Jadi, kita tidak bisa langsung mendeklarasikan bahwa itu barang-barang yang berkaitan dengan korban," katanya.

 

Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari keempat, pencarian kini mencakup empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total area sekitar 3.243 nautical mile (NM).

Baca lainnya: Akhirnya Terungkap! Viral Guru SD dan Kepsek Pekalongan Terciduk di CCTV Sekolah Melakukan Tindak Asusila

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan perluasan area dilakukan berdasarkan hasil evaluasi operasi sebelumnya serta perkembangan kondisi di lapangan.

"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian. Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," ujar Al Amrad dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).

Pencarian diperkuat sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan sarana pendukung. Di antaranya KN SAR Tetuka 247, KN SAR Basudewa, KRI Leuser, KRI Karambit, KRI Lepu, KP Sanjaya, KP Hayabusa, KAL Anyer, KAL Pahawang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, RBB Pulau Peucang, serta TB Gunung Santri.

Tim juga memakai dua unit drone thermal untuk mendeteksi panas tubuh. Selain itu, sejumlah sarana darat dan pendukung lain dikerahkan pada operasi pencarian.

Di tengah pencarian yang memasuki hari keempat, organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) juga dijadwalkan menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut. Doa bersama akan digelar setelah waktu magrib pada Jumat (11/9) di salah satu titik kawasan Bundaran HI yang selama ini menjadi tempat berkumpul wartawan foto di Jakarta.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST