Sunday 13th of September 2026

Innalillahi! Serda Ahmad Muzammil Ditemukan Meninggal Dunia Usai Diduga Dikeroyok Senior

Innalillahi! Serda Ahmad Muzammil Ditemukan Meninggal Dunia Usai Diduga Dikeroyok Senior

--

TOLIMAG – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), TB Hasanuddin, menyoroti kasus penganiayaan yang dialami Kopral Ahmad Muzammil Farisa, yang berujung pada kematiannya.

Penganiayaan tersebut diduga dilakukan oleh empat anggota TNI AU lainnya, yang merupakan atasan korban, di Mess Psikologi Galaksi, di kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. TB Hasanuddin menyampaikan keprihatinannya terhadap kasus penganiayaan yang terkait dengan sistem hierarki di lingkungan TNI. Menurutnya, praktik kekerasan seperti ini harus dihentikan.

“Tradisi negatif berupa tindakan kekerasan yang dilakukan oleh atasan, komandan, pimpinan, atau perwira berpangkat lebih tinggi di lingkungan Angkatan Bersenjata harus segera dihilangkan,” tegas TB Hasanuddin, saat ditanyai pada Sabtu (12/9/2026).

Ia menjelaskan bahwa Angkatan Bersenjata dipersiapkan untuk melaksanakan tugas pertahanan dan menghadapi berbagai situasi di medan perang. Oleh karena itu, selain mampu menjalankan perintah dan komando, anggota Angkatan Bersenjata juga harus menjalin kerja sama dan menjaga kekompakan.

Baca lainnya: Rekomendasi Update Novel Cry, or Better Yet, Beg Chapter 14 Scan Indonesia, Mengekspresikan Ketertarikannya dengan Cara yang Kejam

Kasus kematian prajurit Angkatan Udara tersebut sebelumnya dilaporkan terjadi di Mess Psikologi Galaksi, yang terletak di dalam Kompleks Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Berita mengenai kejadian tersebut telah dikonfirmasi oleh Angkatan Udara Indonesia (TNI AU).

“TNI AU juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Prajurit AMF. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Yang Maha Kuasa,” tulis TNI AU dalam pernyataan yang dipublikasikan di akun Instagram resminya pada Jumat (11/9).

Seiring terungkapnya kasus kematian tersebut, muncul laporan bahwa Kopral Ahmad diduga menjadi korban pelecehan oleh atasannya. Sebelum meninggal, ia diduga telah mengalami pelecehan.

 

Hingga saat ini, Angkatan Udara Indonesia (TNI AU) belum membantah tuduhan yang beredar. Dalam pernyataannya, TNI AU menegaskan bahwa mereka sedang menyelidiki tuduhan tersebut. “Polisi Militer Angkatan Udara Indonesia (Pomau) saat ini sedang melakukan penyelidikan,” demikian bunyi pernyataan TNI AU.

Baca lainnya: Ini Dia Spesifikasi Vivo X Fold 6, Dijamin Makin Gacor dengan chipset MediaTek Dimensity 9500 Super SoC!

Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa Pomau telah meminta keterangan dari berbagai pihak yang terlibat. Juga dilaporkan bahwa mereka sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus tersebut. “Pemeriksaan terhadap sejumlah personel masih berlangsung,” tulis TNI AU.

Sementara penyelidikan berlanjut, jenazah Prajurit Ahmad dilaporkan telah dibawa ke kampung halamannya di Magetan. Pada dini hari Jumat, jenazah tiba di rumah duka di Desa Jonggrang, Kecamatan Barat, Magetan.

Kedatangan jenazah Prajurit Ahmad di rumah duka digambarkan berlangsung dalam suasana yang penuh emosi. Keluarga menangis setelah jenazah prajurit tersebut diturunkan dari ambulans. Jenazah tersebut dilaporkan telah dimakamkan di pemakaman yang terletak di dekat rumah duka. Pemakaman berlangsung tanpa upacara militer.

Seiring berjalannya penyelidikan kasus kematian tersebut, keluarga baru-baru ini mengungkap kronologi peristiwa yang diduga menyebabkan kematian Kopral Ahmad. Dalam pernyataannya, keluarga mengungkapkan bahwa Kopral Ahmad diduga dibunuh oleh empat atasan.

Sementara itu, identitas keempat atasan yang diduga melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian tersebut juga baru-baru ini diungkap. Mereka adalah: Kopral MTSA, Kopral JM, Kopral MAD, dan Kopral AH.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST