Friday 16th of October 2026

Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, Dive Master Asal Jakarta Dinyatakan Hilang di Pulau Tatawa

Kapal Pinisi Feronia Tenggelam di Labuan Bajo, Dive Master Asal Jakarta Dinyatakan Hilang di Pulau Tatawa

--

TOLIMAG - Dunia pariwisata bahari Indonesia kembali diselimuti duka mendalam menyusul terjadinya insiden kecelakaan laut berat di kawasan perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebuah kapal wisata tradisional berjenis pinisi dengan identitas lambung KM Feronia dilaporkan terbalik dan tenggelam di sekitar perairan Pulau Tatawa dan Batu Bolong, kawasan Taman Nasional Komodo (TN Komodo).

Dalam musibah maritim yang terjadi pada Selasa sore tersebut, seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Veronica Beatrix Jessica dinyatakan hilang dan hingga kini belum berhasil ditemukan oleh tim penyelamat.

Berdasarkan informasi resmi yang dihimpun dari pihak otoritas keselamatan pelayaran, KM Feronia dengan bobot mati sebesar GT 51 tersebut mengangkut total 30 orang saat peristiwa nahas itu terjadi. Manifes kapal merinci terdapat 25 orang penumpang yang mayoritas merupakan wisatawan mancanegara serta 5 orang kru kapal termasuk nakhoda.

Baca lainnya: Jakarta Fashion Week 2027 Akan Digelar 26 Oktober 2026, Sajikan Kolaborasi Warisan Budaya Asia Tenggara

Sesaat setelah lambung kapal berbalik ke arah kiri akibat hantaman arus laut yang kuat, kepanikan luar biasa sempat melanda seluruh penumpang. Beruntung, sebanyak 29 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat berkat aksi cepat tanggap dari kapal wisata lain yang kebetulan melintas di area kejadian perkara.

Dua armada cepat yang tercatat memberikan pertolongan pertama di fase awal krusial tersebut adalah Speedboat Red Whale dan Speedboat Mac Cruise. Awak kapal tersebut langsung membentangkan liferaft atau perahu karet darurat demi mengangkut puluhan korban yang terapung di perairan terbuka, sebelum akhirnya Tim SAR gabungan tiba untuk melakukan penanganan medis lanjutan di Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo. Tiga orang wisatawan asing dilaporkan harus mendapatkan perawatan intensif akibat menderita luka-luka gesekan fisik, sementara sisa penumpang lainnya mengalami trauma psikologis ringan.

Namun, nasib malang menimpa Veronica Beatrix Jessica. Perempuan muda berusia 23 tahun asal Jakarta ini diketahui berprofesi sebagai pemandu wisata sekaligus penyelam profesional berperingkat dive master. Menurut kesaksian sejumlah korban selamat di lapangan, sesaat sebelum struktur kapal Feronia kehilangan keseimbangan secara total, posisi korban berada di bagian area dalam kapal.

Korban diduga kuat tidak sempat mengamankan diri keluar ke area dek terbuka atau melompat ke laut, sehingga ikut terseret masuk bersama runtuhnya lambung kapal yang tenggelam dengan cepat ke dasar perairan Batu Bolong.

Baca lainnya: Bareskrim Polri Ringkus 9 Tersangka Korporasi Bidang Kelapa Sawit Terkait Karhutla Kalimantan

Kepala Kantor Basarnas Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa operasi penyelamatan darurat langsung diaktifkan sesaat setelah laporan kecelakaan masuk ke pusat komando. Sektor pencarian langsung dipetakan secara ketat di sekitar koordinat tenggelamnya kapal dengan memobilisasi puluhan personel penyelamat gabungan dari unsur TNI Angkatan Laut, Polairud Polda NTT, Syahbandar, hingga komunitas penyelam lokal. Kendati demikian, kendala teknis berupa kuatnya arus bawah laut di titik Batu Bolong menjadi tantangan berat bagi para penyelam SAR.

Pihak kepolisian resort Manggarai Barat kini juga telah membuka proses penyelidikan hukum paralel guna memeriksa secara intensif nakhoda serta para anak buah kapal (ABK) KM Feronia. Langkah investigasi ini diambil guna mendalami adanya indikasi unsur kelalaian manusia atau keterlambatan antisipasi nakhoda dalam membaca pergerakan arus pasang tertinggi laut yang memicu terjadinya kecelakaan. Fakta mengejutkan lain juga terungkap bahwa kapal pinisi KM Feronia ini diketahui baru beroperasi komersial mengangkut wisatawan selama kurang lebih dua bulan terakhir sebelum akhirnya karam.

TAG:
Source:

RELATED POST