Pencarian Veronica Beatrix Jessica yang Tenggelam di Labuan Bajo Terhambat, Tim SAR Terjunkan Drone Thermal dan Penyelaman 40 Meter
--
TOLIMAG - Upaya pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica (23), dive master profesional yang menjadi korban hilang dalam insiden tenggelamnya kapal wisata tradisional KM Feronia di Labuan Bajo, terus dipacu secara maksimal hingga memasuki hari ketiga operasi. Tim SAR Gabungan yang dikoordinasikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere mengerahkan sedikitnya 104 personel ter latih untuk menyisir area perairan Pulau Tatawa, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pencarian intensif dimulai sejak pukul 06.00 WITA dengan membagi tim ke dalam beberapa sektor krusial. Untuk mengoptimalkan pengamatan visual dari udara dan mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di permukaan air, Tim SAR juga menerbangkan unit drone thermal berkemampuan khusus. Sementara itu, untuk penyisiran di bawah permukaan laut, sebanyak 16 penyelam tangguh diturunkan secara bergantian. Para penyelam melakukan penetrasi dan eksplorasi bawah air hingga kedalaman 30 sampai 40 meter di sekitar titik koordinat karamnya kapal besi tersebut. Namun, tantangan alam berupa dinamika arus selat lintah yang terkenal sangat kuat dan tidak menentu menjadi penghambat utama pergerakan tim di bawah air. Baca lainnya: Jakarta Fashion Week 2027 Akan Digelar 26 Oktober 2026, Sajikan Kolaborasi Warisan Budaya Asia Tenggara Di tengah kecemasan dan luasnya medan pencarian laut, pihak keluarga besar korban yang sengaja terbang langsung dari Jakarta tampak hadir memantau langsung jalannya operasi dari atas kapal patroli KPC Polairud Polda NTT. Isak tangis dan ketegangan tidak mampu disembunyikan dari wajah kedua orang tua serta adik bungsu korban, Joshua David Lahunduitan. Demi kelancaran proses evakuasi, pihak keluarga bersama dengan aparat kepolisian perairan sempat menggelar ritual doa bersama di tengah laut sebelum kapal penyelamat melanjutkan pergerakan penyisiran ke arah utara Pulau Padar. Pihak keluarga menegaskan komitmennya untuk terus bertahan di Labuan Bajo dan mengawal seluruh rangkaian proses pencarian hingga batas akhir operasi SAR resmi yang ditetapkan oleh pemerintah. Joshua David Lahunduitan mengungkapkan bahwa pihak keluarga besar masih menyimpan secercah harapan besar agar dapat segera dipertemukan kembali dengan sang kakak. Di mata keluarga dan kerabat dekat, Veronica dikenal sebagai sosok perempuan yang memiliki keteguhan hati luar biasa serta sangat menggilai dunia maritim sejak dirinya masih berusia belia. Kecintaan mendalam terhadap ekosistem laut itulah yang membawa lulusan muda asal Jakarta ini memilih merantau ke ujung barat Pulau Flores. Baca lainnya: Akun Medsos Sarwendah Kena Banned 1 Tahun Imbas Posting Video Call Ruben Onsu, Kuasa Hukum Duga Ada yang Sengaja Report Veronica tercatat telah mendedikasikan hidupnya bekerja sebagai pemandu wisata bawah air (tour guide) sekaligus instruktur selam profesional bersertifikasi dive master di Labuan Bajo selama kurang lebih lima tahun terakhir. Dedikasi serta pemahaman mendalam korban mengenai medan penyelaman lokal membuat rekan-rekan seprofesinya sesama pemandu wisata di Manggarai Barat merasa terpukul atas musibah yang menimpa perempuan tangguh tersebut. Hingga matahari terbenam dan operasi hari ketiga terpaksa dihentikan sementara karena keterbatasan jarak pandang malam hari, tanda-tanda keberadaan fisik Veronica Beatrix Jessica masih nihil. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) kebencanaan, wilayah penyisiran geografis akan kembali diperluas pada keesokan harinya dengan mempertimbangkan arah pergeseran arus laut permukaan dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menuntaskan misi kemanusiaan ini.