Kronologi Keributan di Jalan Kyai Maja Jaksel, Truk Satpol PP Dilempari Helm oleh Pekerja Gedung
--
TOLIMAG - Ruang publik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendadak mencekam setelah pecah bentrokan fisik antara aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) dengan puluhan pekerja bangunan lapangan. Peristiwa keributan massal ini berlokasi tepat di ruas Jalan Kyai Maja, dekat dengan area fasilitas umum Kolam Renang Bulungan.
Aksi saling dorong yang berujung pada tindakan anarkis berupa pelemparan helm dan batu ke arah truk operasional Satpol PP DKI Jakarta tersebut kini tengah diusut tuntas oleh pihak kepolisian.
Kronologi peristiwa menegangkan ini bermula ketika tim gabungan lintas sektor yang terdiri dari personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), petugas Dinas Perhubungan (Dishub), serta dikawal oleh unsur TNI-Polri sedang melaksanakan operasi penertiban tata ruang kota rutin.
Baca lainnya: Bayi Alena Meninggal di Usia 24 Hari, Dugaan Dicekoki Telur Mentah Oleh Sang Nenek
Rombongan petugas bergerak menyisir kawasan jalan protokol Hang Tuah hingga Kyai Maja guna membersihkan pedestrian dari keberadaan parkir liar kendaraan bermotor serta lapak pedagang kaki lima yang melanggar zonasi aturan daerah.
Saat armada patroli melintas di depan area proyek pembangunan gedung baru milik Kejaksaan, petugas Dishub mendapati puluhan unit sepeda motor roda dua terparkir secara ilegal di atas trotoar yang menjadi hak pejalan kaki.
Menegakkan aturan disiplin, petugas Dishub langsung turun dari kendaraan operasional dan melakukan tindakan penertiban di tempat berupa Operasi Cabut Pentil (OCP) massal. Tindakan pencabutan pentil ban karet inilah yang menjadi sumbu awal meledaknya amarah para pekerja di lapangan.
Mengetahui kendaraan pribadi yang biasa mereka gunakan untuk mobilitas kerja digemboskan secara mendadak, sejumlah pekerja proyek yang sedang beraktivitas di dalam area bangunan langsung berlarian keluar. Ketidakpuasan atas tindakan tegas aparat tersebut dengan cepat berubah menjadi provokasi horisontal.
Massa buruh bangunan yang tersulut emosinya langsung merangsek maju mengepung barisan petugas pengamanan hingga memicu terjadinya aksi saling dorong yang tidak terhindarkan di pinggir jalan raya.
Ketegangan semakin tidak terkendali ketika truk dinas operasional Satpol PP bersiap untuk bergerak meninggalkan lokasi kejadian demi menghindari bentrokan yang lebih meluas.
Baca lainnya: Biodata dan Profil Sashfir Konten Kreator Sekaligus Pengusaha Sukses yang Menginspirasi Dunia Fesyen Muslimah Modern
Secara anarkis, puluhan pekerja bangunan mulai mengambil helm keselamatan kerja (safety helmet) berwarna cerah yang mereka pegang dan melemparkannya secara bertubi-tubi ke arah bodi serta kaca depan truk Satpol PP. Tidak hanya helm, beberapa oknum massa juga kedapatan melemparkan kerikil dan batu jalanan hingga menimbulkan suara benturan keras yang memicu kepanikan para pengguna jalan yang sedang melintas.
Akibat serangan fisik menggunakan material keras tersebut, satu unit truk operasional milik Satpol PP DKI Jakarta dilaporkan mengalami kerusakan fisik yang cukup signifikan pada bagian kaca pembatas samping serta penyok di beberapa sudut bodi besi.
Pihak manajemen perwakilan proyek pembangunan sebenarnya telah mendatangi kantor Kecamatan Kebayoran Baru untuk melayangkan permohonan maaf terbuka, namun jajaran Satpol PP memastikan proses penegakan hukum pidana atas kasus kekerasan terhadap petugas dan perusakan aset negara ini tetap berjalan resmi di Polres Metro Jakarta Selatan.