Imbas Operasi Cabut Pentil Parkir Liar, Petugas Gabungan dan Pekerja Proyek Bentrok di Bulungan
--
TOLIMAG- Ketegangan fisik di ruang publik kembali terjadi di wilayah administratif Jakarta Selatan, melibatkan aparat penegak perda dengan kelompok pekerja lapangan. Insiden bentrokan hebat dilaporkan pecah di kawasan depan Kolam Renang Bulungan dan area Jalan Kyai Maja, Kecamatan Kebayoran Baru.
Kericuhan massal yang melibatkan aksi saling dorong hingga pelemparan barang ini sempat terekam kamera warga dan mendadak viral di media sosial.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, memberikan penjelasan struktural mengenai duduk perkara asli dari insiden tersebut. Kejadian bermula ketika tim rombongan petugas gabungan lintas sektor yang terdiri dari personel Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), unsur Koramil, serta Polsek Kebayoran Baru tengah melaksanakan rangkaian kegiatan penertiban rutin terkait tata ruang kota.
Baca lainnya: Konten Video Mie Ayam Bareng Pacar Viral Isinya Ternyata Bikin Merinding! Download Sebelum Dihapus Admin
Operasi penertiban penegakan disiplin tersebut menyasar keberadaan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) ilegal yang memakan badan trotoar, parkir liar (parli), serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang dikeluhkan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Ketika melintas di area depan Kolam Renang Bulungan, petugas Dinas Perhubungan melakukan tindakan tegas berupa Operasi Cabut Pentil (OCP) terhadap puluhan unit sepeda motor yang diparkir sembarangan di atas fasilitas pedestrian.
Tindakan tegas OCP atau pencabutan pentil ban tersebut ternyata memicu gelombang ketidakpuasan dari sejumlah pekerja proyek pembangunan gedung baru Kejaksaan yang memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut. Situasi memanas dengan sangat cepat setelah adanya provokasi dari beberapa oknum di lapangan.
Massa pekerja proyek yang emosional kemudian melakukan aksi protes keras, merangsek maju melakukan intimidasi, hingga memicu bentrokan fisik awal dengan petugas Dishub.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, ikut memberikan atensi khusus dan meluruskan disinformasi yang sempat beredar di media sosial.
Pramono menegaskan bahwa narasi yang menyebut kericuhan dipicu karena petugas melakukan penertiban secara kasar terhadap warung makan atau pedagang nasi ibu-ibu di sekitar lokasi adalah tidak benar. Ia menegaskan insiden ini murni merupakan ekses dari penegakan hukum parkir liar oleh Dishub yang mendapatkan perlawanan fisik terencana.
Meskipun situasi berangsur kondusif setelah jajaran perwakilan manajemen proyek mendatangi kantor Kecamatan Kebayoran Baru untuk melayangkan permohonan maaf resmi secara institusional, proses hukum dipastikan tetap berjalan. Pihak Satpol PP DKI Jakarta telah membuat laporan polisi resmi ke Polres Metro Jakarta Selatan terkait tindakan penganiayaan dan pengrusakan fasilitas truk dinas operasional yang dilempari helm serta batu oleh oknum pekerja, demi menegakkan wibawa hukum pemerintah daerah.