Tuesday 13th of October 2026

Polisi Tegaskan Korban Pembacokan di Yahukimo Murni Warga Sipil, Bantah Isu Anggota Intelijen

Polisi Tegaskan Korban Pembacokan di Yahukimo Murni Warga Sipil, Bantah Isu Anggota Intelijen

--

TOLIMAG - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Yahukimo berkoordinasi melekat dengan personel Satuan Tugas (Satgas) Humas Operasi Damai Cartenz-2026 terus mendalami motif di balik kasus pembunuhan berdarah yang menimpa seorang perantau berinisial A (46) di Distrik Dekai. Selain memburu para pelaku penyerangan, pihak keamanan kini menaruh atensi khusus terhadap maraknya sebaran hoaks dan propaganda yang sengaja diembuskan oleh kelompok separatis di media sosial.

Kapolres Yahukimo menegaskan bahwa berdasarkan hasil profiling intensif dan pemeriksaan data kependudukan resmi, korban A merupakan murni warga sipil yang menetap di Distrik Dekai untuk mencari nafkah sebagai pekerja logistik sembako demi menghidupi keluarganya di Makassar.

Penegasan ini dikeluarkan oleh pihak kepolisian guna menepis mentah-mentah informasi palsu di media sosial yang menuduh atau mengaitkan korban sebagai anggota intelijen atau mata-mata dari aparat keamanan TNI-Polri.

Baca lainnya: Rent Dikhianati dan Diusir dari Kelompok? Rekomendasi Update Kashita Maryoku wa Ribobarai de Kyousei Choushuu Chapter 10 Scan Indonesia

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa klaim-klaim sepihak di dunia maya tersebut merupakan bentuk propaganda klasik yang sering diproduksi oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk melegitimasi aksi kekerasan keji mereka terhadap masyarakat sipil tak bersenjata. Isu intelijen sengaja disebarkan untuk memicu ketakutan horisontal serta memecah belah keharmonisan sosial yang ada di tanah Papua.

"Kami pastikan bahwa informasi yang menyebut korban adalah bagian dari jaringan intelijen aparat itu adalah 100 persen hoaks. Korban murni warga perantau yang bekerja jujur di ruko sembako. Narasi bohong tersebut sengaja diembuskan sebagai alat propaganda oleh kelompok pembuat teror," tegas Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangan pers mutakhirnya kepada awak media nasional.

Terkait arah penyelidikan pelaku, tim gabungan opsnal reskrim mengantongi indikasi kuat adanya keterlibatan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari faksi Kelompok Kriminal Bersenjata Kodap XVI Yahukimo.

Baca lainnya: Baca Jadwal Take Charge of My Heart Full Chapter Scan Indonesia, Siapa Saja yang Menyentuhnya Akan Kesetrum?

Kelompok ini diketahui berada di bawah komando atau pimpinan dari dedengkot KKB, Kopitua Heluka. Rekam jejak kelompok ini memang dikenal kerap melakukan rentetan aksi intimidasi, pemerasan, hingga penganiayaan fatal terhadap para pekerja proyek pembangunan dan pedagang kecil di jalur Trans Papua.

Guna mengantisipasi adanya aksi teror susulan yang dapat melumpuhkan roda perekonomian di Distrik Dekai, aparat keamanan gabungan dari unsur TNI dan Polri kini memperketat status keamanan wilayah hukum setempat. Patroli skala besar dengan menggunakan kendaraan rantis baja dioptimalkan menyisir sudut-sudut rawan pemukiman penduduk serta kawasan sentra ekonomi seperti pasar dan pertokoan ruko, sembari mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah saat malam hari.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST