Friday 9th of October 2026

KPAD Cijantung Digerebek: Rumah Dinas TNI AD Diduga Dijadikan Markas Operator Judi Online, 11 Operator Ditangkap

KPAD Cijantung Digerebek: Rumah Dinas TNI AD Diduga Dijadikan Markas Operator Judi Online, 11 Operator Ditangkap

--

TOLIMAG – Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur, mendadak gempar setelah sebuah unit rumah dinas di lingkungan militer tersebut kedapatan dijadikan sebagai markas operasional situs judi online (judol). Dalam operasi penindakan taktis yang digelar oleh aparat gabungan keamanan, petugas berhasil mengamankan total 11 orang warga sipil yang kedapatan berada di dalam rumah dinas tersebut.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, memberikan konfirmasi resmi mengenai jalannya operasi penegakan hukum tersebut.

Baca lainnya: Intip Isi Video Viral Malang 8 Vs 1 Full Durasi HD, Dijamin Bikin yang Nonton Langsung Syok!

Donny merincikan bahwa dari 11 orang warga sipil yang diamankan di lokasi kejadian, profil jender mereka terdiri atas enam orang laki-laki dan lima orang perempuan. Berdasarkan pemeriksaan sementara, seluruh individu tersebut dipekerjakan dan bertindak sebagai operator teknis pengelola situs perjudian daring.

Keberhasilan pembongkaran markas judi di kawasan steril ini berawal dari laporan proaktif serta kepedulian warga sekitar lingkungan KPAD Cijantung.

Warga menaruh curiga yang besar lantaran mendapati aktivitas keluar-masuk orang yang tidak wajar serta tingginya konsumsi energi listrik pada rumah tersebut. Merespons aduan itu, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penggerebekan taktis.

Dari dalam rumah dinas tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti infrastruktur digital yang sangat komplit. Di antaranya adalah 32 unit komputer berspesifikasi kerja tinggi, 14 unit telepon seluler, serta 9 buah Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik para pekerja operator.

Demi kepentingan pengamanan data dan sterilisasi area penyelidikan, petugas langsung memasang garis polisi militer serta memadamkan aliran listrik rumah dinas tersebut.

Baca lainnya: Gerai Indomaret di Pamekasan Dirobohkan Ekskavator oleh Massa, Diduga Karena Belum Kantongi Izin Ulama Setempat!

Kasus ini kini menggelinding pada pemeriksaan internal korps militer. Polisi Militer (Denpom) tengah memeriksa secara intensif oknum pemilik atau pemegang sah hak huni rumah dinas tersebut guna mendalami motif penyewaan aset negara kepada sindikat sipil.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan secara lantang bahwa institusinya akan merespons cepat dan menindak tegas tanpa pandang bulu apabila ditemukan adanya keterlibatan anggota TNI dalam memfasilitasi bisnis haram tersebut.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST