Tuesday 22nd of September 2026

Berapa Harta Kekayaan Sirajudin Lasena? Simak Rincian LHKPN Bupati Bolaang Mongondow Utara yang Ditangkap KPK

Berapa Harta Kekayaan Sirajudin Lasena? Simak Rincian LHKPN Bupati Bolaang Mongondow Utara yang Ditangkap KPK

--

TOLIMAG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengejutkan publik dengan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara. Salah satu pihak yang berhasil diamankan dalam operasi senyap ini adalah Bupati Bolmut, Sirajudin Lasena.

Penangkapan tersebut dilakukan di wilayah Jakarta, sementara beberapa pihak lainnya diamankan di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo. Tindakan tegas dari lembaga antirasuah ini segera memicu perhatian masyarakat luas, termasuk memunculkan rasa penasaran publik mengenai rekam jejak finansial serta laporan harta kekayaan dari sang bupati.

Baca lainnya: Jejak Digital 2017 Bocor, Menguak Rumor Perselingkuhan Masa Lalu Andre Taulany dan Inisial 'Degoy'

Sebagai seorang pejabat publik, Sirajudin Lasena memiliki kewajiban hukum untuk melaporkan seluruh aset dan kewajiban finansialnya kepada negara melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Berdasarkan data resmi LHKPN periodik 2025 yang disampaikan kepada KPK pada tanggal 29 Maret 2026, total harta kekayaan bersih yang dimiliki oleh Sirajudin Lasena tercatat sebesar Rp 1.204.416.050 atau sekitar Rp 1,2 miliar. Laporan ini diserahkan ketika dirinya sudah menjabat secara definitif sebagai Bupati Bolaang Mongondow Utara setelah memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah.

Jika diteliti lebih dalam sebelum dikurangi dengan beban utang, nilai kotor atau total aset mentah yang dimiliki oleh Sirajudin Lasena sebenarnya menyentuh angka Rp 1.464.587.096.

Namun, dalam lembaran pelaporan tersebut tercatat pula adanya kewajiban berupa utang finansial pribadi yang nilainya mencapai Rp 260.171.046. Dengan adanya pengurangan dari nominal utang tersebut, maka jumlah harta kekayaan riil dan bersih yang dilaporkan secara resmi berada di angka satu milyar dua ratus juta rupiah.

Sebagian besar dari porsi kekayaan Bupati Bolmut ini dialokasikan pada kepemilikan aset tidak bergerak, berupa tanah dan bangunan. Total nilai aset tanah dan bangunan milik Sirajudin ditaksir mencapai Rp 810.000.000, yang tersebar di beberapa titik wilayah strategis. Semua properti yang tercantum diklaim bersumber dari hasil jerih payah sendiri dan bukan merupakan warisan atau pemberian hibah dari pihak lain.

Rincian aset tanah dan bangunan tersebut meliputi sebidang tanah beserta bangunan di atasnya seluas 636 meter persegi berbanding 128 meter persegi yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan nilai estimasi Rp 400.000.000.

Baca lainnya: Kejutan Manis dari Sinetron ke Pelaminan, Harry Vaughan dan Nevy Tania Resmi Menikah

Selain itu, ia juga memiliki aset properti di luar daerahnya, yakni tanah dan bangunan seluas 150 meter persegi berbanding 95 meter persegi yang berada di Kota Gorontalo dengan nilai taksiran Rp 300.000.000. Sirajudin juga tercatat mempunyai dua lahan kosong lainnya di Kabupaten Bolmut, masing-masing berupa tanah seluas 50.000 meter persegi senilai Rp 60.000.000 serta lahan seluas 1.053 meter persegi dengan nilai Rp 50.000.000.

Untuk sektor alat transportasi dan mesin, isi garasi dari Bupati Bolaang Mongondow Utara ini tergolong cukup sederhana bagi ukuran seorang kepala daerah. Dalam laporan resminya, ia hanya mencantumkan dua unit kendaraan sebagai moda transportasi pribadinya. Kendaraan pertama berupa sebuah sepeda gunung merk Camp buatan tahun 2020 yang diperoleh dari hasil sendiri dengan taksiran harga saat ini senilai Rp 1.000.000. Sementara untuk kendaraan roda empat, ia hanya memiliki satu unit mobil Suzuki Baleno dengan tipe 3K5FX (4x2) tahun perakitan 2023 yang bernilai sekitar Rp 325.000.000.

Selain aset berupa tanah, bangunan, dan kendaraan, Sirajudin Lasena juga mencantumkan komponen kepemilikan harta bergerak lainnya serta kas dan setara kas untuk menunjang aktivitas kesehariannya. Nominal kas serta simpanan tabungan yang dilaporkannya menjadi pelengkap dari struktur total kekayaan mentah yang mencapai Rp 1,46 miliar sebelum akhirnya dipotong oleh utang ratusan juta rupiah yang dimilikinya.

Sebagai informasi latar belakang, sebelum terjun penuh ke dunia politik praktis dan memenangkan Pilkada, Sirajudin Lasena dikenal sebagai seorang birokrat tulen yang memiliki karier panjang di internal Pemerintah Kabupaten Bolmut.

Baca lainnya: Pasangan Sesama Lelaki Mesum di Bogor Tertangkap Kamera CCTV! Warga Segera Melapor ke Pihak terkait

Pria yang lahir di Boroko pada 8 Januari 1975 ini menempuh jalur pendidikan tinggi formal di bidang ekonomi akuntansi sebelum akhirnya melanjutkan studi magister ekonomi pembangunan di Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar doktor di Universitas Negeri Gorontalo. Pengalamannya yang matang di bidang pengelolaan keuangan daerah membuatnya pernah dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Bolmut.

Karier birokrasinya semakin menanjak ketika ia ditunjuk untuk mengisi kekosongan jabatan sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolmut pada rentang tahun 2023 hingga 2024. Melalui modal popularitas dan modal sosial selama menjadi penjabat, ia melangkah ke panggung Pilkada dan resmi dilantik sebagai Bupati definitif bersama Mohammad Aditya Pontoh pada tanggal 20 Februari 2025. Kini, pasca terjadinya penangkapan oleh tim penindak KPK terkait dugaan suap pengerjaan proyek infrastruktur jalan di Dinas PUPR setempat, seluruh laporan harta kekayaannya menjadi salah satu acuan penting bagi penyidik dalam melakukan proses penegakan hukum dan analisis kewajaran aset.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST