Terkuak! Ini Motif Pembunuhan Sadis Wanita di Tempat Cuci Steam Motor Cipondoh, Polisi Ringkus Pria Asal Magetan
--
TOLIMAG — Misteri di balik penemuan jasad seorang wanita yang tewas mengenaskan di dalam sebuah ruko usaha cuci steam motor di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian dari Polsek Cipondoh bersama Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengungkap motif utama di balik aksi pembunuhan keji tersebut. Korban diketahui berinisial PAI, ditemukan terbujur kaku dengan jejak kekerasan brutal yang membekas di area wajahnya.
Pelaku pembunuhan tersebut diketahui merupakan seorang pria asal Magetan berinisial AS, yang tidak lain adalah karyawan yang bekerja di tempat usaha cuci steam motor lokasi kejadian.
Menurut keterangan dari pemilik tempat usaha, AS baru bekerja di lokasi tersebut selama kurang lebih tiga bulan. Kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan, aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan berarti.
Baca lainnya: Gacor King! Rahmat Erwin Abdullah Berhasil Raih Emas Asian Games 2026 Sekaligus Pecahkan Rekor Dunia Bidang Weightlifting
Awal Mula Pertemuan Lewat Aplikasi Kencan Daring
Kapolsek Cipondoh AKP Yudha Prakoso menjelaskan bahwa hubungan antara korban PAI dan pelaku AS berawal dari dunia maya. Keduanya saling mengenal dan berkomunikasi secara intensif melalui salah satu aplikasi kencan daring populer, MiChat. Komunikasi tersebut kemudian berlanjut ke aplikasi pesan singkat WhatsApp hingga akhirnya mereka berdua sepakat untuk mengadakan pertemuan fisik secara langsung.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung di dalam ruko tempat cuci steam motor tempat pelaku bekerja dan menetap sehari-hari.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh penyidik, pertemuan intim tersebut diduga kuat berkaitan dengan kesepakatan transaksi hubungan seksual komersial antar keduanya. Namun, situasi yang awalnya berjalan sesuai rencana mendadak berubah menjadi petaka akibat terjadinya perselisihan paham di antara mereka.
Motif Sakit Hati dan Perselisihan Janji Nilai Transaksi
Penyidik kepolisian mengungkapkan bahwa motif utama pembunuhan ini dipicu oleh rasa sakit hati dan kekecewaan pelaku terkait perselisihan janji kencan serta nilai transaksi finansial yang telah disepakati sebelumnya. Pelaku mengklaim bahwa korban tidak memenuhi ketentuan atau merubah kesepakatan awal secara sepihak, yang memicu adu mulut hebat di dalam ruko yang tertutup rapat oleh pintu *rolling door* besi tersebut.
Dalam puncak amarahnya, AS melakukan tindakan kekerasan fisik secara membabi buta terhadap PAI hingga korban terjatuh dan kehilangan nyawanya akibat luka berat. Setelah memastikan korban sudah tidak bergerak lagi, pelaku mengunci ruko dari luar untuk menyembunyikan perbuatannya. Kejadian ini menggegerkan warga di sekitar Jalan KH Ahmad Dahlan, Cipondoh, pada Sabtu pagi ketika jasad korban akhirnya dievakuasi.
Baca lainnya: Tahanan Titipan Polres Toba Ditemukan Meninggal Dunia Di Rutan Kelas IIB Balige, Diduga Akhiri Hidupnya Sendiri
Terungkapnya kasus ini bermula dari tindakan janggal yang dilakukan oleh pelaku pasca pembunuhan. Rekan korban yang berinisial MR secara mengejutkan menerima panggilan telepon masuk dari nomor ponsel milik PAI. Namun, saat diangkat, suara di seberang telepon bukanlah suara PAI, melainkan suara dingin seorang pria yang belakangan diketahui adalah AS. Kepada MR, AS mengabarkan bahwa PAI sedang berada dalam kondisi tidak sadarkan diri di lokasi ruko cuci steam.
MR yang diselimuti kepanikan luar biasa segera mengajak beberapa saksi lain berinisial D, S, dan R untuk bergegas mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 04.30 WIB.
Setibanya di sana, mereka menemukan pintu ruko terkunci dan setelah berhasil dibuka, PAI ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia bersimbah darah. Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pendalaman menyeluruh serta melengkapi berkas perkara guna menjerat pelaku dengan pasal pembunuhan berencana UU KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.