Kasus KDRT Maut di Jambi Selatan Suami Siri Tega Aniaya Istri Menggunakan Cairan Air Keras Karena Ditolak Rujuk
--
TOLIMAG – kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tragis kembali terjadi, kali ini menggemparkan warga Jambi setelah seorang suami siri tega menyiram istrinya sendiri menggunakan air keras hingga korban meninggal dunia.
Peristiwa memilukan ini dilaporkan secara resmi oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Jambi Selatan pada hari Jumat, 25 September 2026. Kasus ini langsung menjadi sorotan tajam publik karena menambah panjang daftar hitam kekerasan terhadap perempuan yang berujung pada hilangnya nyawa akibat motif asmara yang tidak sehat.
Baca lainnya: Mengenang Profil Lengkap Guruh Soekarnoputra Maestro Seni Indonesia yang Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
Berdasarkan keterangan resmi dari Kapolsek Jambi Selatan, AKP Taroni Zebua, insiden penyiraman cairan asam berbahaya ini dilatarbelakangi oleh motif cemburu buta serta rasa sakit hati yang mendalam dari pihak pelaku.
Pelaku mengaku emosi lantaran korban dinilai terus-menerus menghindar dari dirinya. Selain itu, korban juga sempat melontarkan pernyataan tegas yang menolak untuk melanjutkan kembali hubungan pernikahan siri mereka yang selama ini sudah renggang.
Merasa tidak terima dicampakkan dan dipenuhi rasa amarah yang tidak terkendali, pelaku akhirnya merencanakan tindakan keji tersebut dengan menyiapkan cairan air keras untuk menyerang korban.
Baca lainnya: Rencana BBM Campur Etanol 50% Kapan Diberlakukan? Menteri ESDM Bahlil Buka Suara: 'Kita Rancang Dulu Roadmap-nya'
Detail Kejadian & Motif Pelaku
- Motif Asmara dan Sakit Hati: Berdasarkan keterangan Kapolsek Jambi Selatan AKP Taroni Zebua, pelaku mengaku cemburu dan sakit hati karena korban terus menghindar serta menolak untuk melanjutkan hubungan pernikahan siri mereka.
- Kondisi Korban: Pasca-kejadian, korban sempat berlari mencari pertolongan ke rumah adik kandungnya dalam kondisi kritis. Korban mengalami luka bakar kimia serius yang melepuh di bagian wajah, kedua mata, serta bahu kanan.
- Meninggal Dunia: Adik korban langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Mitra, yang kemudian dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk penanganan intensif. Namun, karena parahnya luka bakar akibat cairan asam berbahaya tersebut, nyawa korban akhirnya tidak dapat tertolong.
Melihat kondisi korban yang sangat mengenaskan dengan luka bakar kimia serius di bagian seluruh wajah, kedua mata, serta bahu sebelah kanan, adik korban langsung bergerak cepat membawanya ke Rumah Sakit Mitra terdekat.
Baca lainnya: Apa Alasan Sara Wijayanto Gugat Cerai Demian? Sempat Singgung Hidup Berantakan di Media Sosial
Karena luka yang diderita terlalu parah dan membutuhkan peralatan medis yang lebih lengkap, korban kemudian segera dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan perawatan intensif di ruang khusus.
Tim dokter telah berupaya maksimal untuk menetralisir efek cairan kimia berbahaya tersebut dan menyelamatkan nyawa korban. Namun, akibat kerusakan organ luar yang sangat masif serta komplikasi serius akibat zat asam tersebut, nyawa korban akhirnya tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Baca lainnya: Polisi Ringkus Dua Pria Pemeran Konten Asusila Sesama Jenis Bermodus Vlog A Day in My Life Zaefier, Sempat Bikin Geger Medsos
Saat ini, pelaku telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel tahanan Polsek Jambi Selatan untuk menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Atas perbuatan sadisnya yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain, tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis terkait penganiayaan berat berencana dan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 15 tahun atau maksimal hukuman mati.
Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat akan pentingnya penyelesaian konflik rumah tangga secara sehat serta pengawasan ketat terhadap peredaran zat kimia berbahaya seperti air keras di lingkungan umum.