Saturday 17th of October 2026

Viral Video Dugaan Penganiayaan Pegawai di KPPG Bogor: Kekerasan Oknum Korwil SPPG Purwakarta di Halaman Kantor

Viral Video Dugaan Penganiayaan Pegawai di KPPG Bogor: Kekerasan Oknum Korwil SPPG Purwakarta di Halaman Kantor

--

TOLIMAG - Publik belakangan ini dihebohkan oleh sebuah video amatir yang beredar luas di berbagai platform media sosial. Video tersebut merekam tindakan kekerasan fisik atau dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor. Insiden yang mencoreng institusi pelayanan publik ini langsung memicu reaksi keras dari masyarakat dan mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN) serta aparat kepolisian.

Kronologi Kejadian dalam Rekaman Video

Peristiwa kekerasan ini diketahui terjadi pada Rabu siang di area halaman samping kantor KPPG Bogor. Dalam rekaman video yang berdurasi singkat tersebut, terlihat seorang pria berada dalam posisi tiarap di atas tanah. Di dekatnya, berdiri pria lain yang secara berulang kali melayangkan cambukan menggunakan benda yang diduga kuat sebagai selang air.

Baca lainnya: Siap Mengguncang Tennis Indoor Senayan, Ini Daftar Lengkap Kategori Tiket Konser Incess Syahrini

Korban yang menerima hantaman berkali-kali tampak menggeliat kesakitan di tanah sembari menerima makian dari pelaku. Hal yang membuat netizen semakin geram adalah adanya tindakan pembiaran dari orang-orang di sekitar lokasi.

Beberapa saksi mata di dalam video justru terlihat hanya menonton, bahkan ada momen di mana seseorang sengaja menutup dan mengunci pintu pagar halaman saat aksi penganiayaan tersebut sedang berlangsung.

Identitas Pihak yang Terlibat

Setelah video tersebut viral dan menimbulkan kegaduhan, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bogor Kota segera melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi orang-orang yang ada di dalam video. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa pihak yang terlibat merupakan bagian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwakarta yang sedang berada di Bogor.

Baca lainnya: Pencarian Veronica Beatrix Jessica yang Tenggelam di Labuan Bajo Terhambat, Tim SAR Terjunkan Drone Thermal dan Penyelaman 40 Meter

Terduga pelaku penganiayaan diidentifikasi sebagai seorang pria berinisial GD, yang memegang jabatan sebagai Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta. Sementara itu, korban yang menerima tindakan kekerasan fisik tersebut berinisial RAN, yang menjabat sebagai salah satu Kepala SPPG Purwakarta.

Mengenai motif di balik aksi brutal ini, pihak kepolisian menduga adanya perselisihan paham terkait masalah pribadi antara pelaku dan korban yang gagal diselesaikan secara baik-baik.

Respons Tegas Badan Gizi Nasional dan Proses Hukum

Merespons kejadian yang mencoreng nama baik instansi, Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat. Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, menegaskan bahwa pihak pusat tidak menoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan kerja. BGN langsung menerjunkan tim investigasi internal ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti dan memeriksa para saksi.

Baca lainnya: Jual Bensin Rp 200 Ribu per Botol ke WNA di Canggu Bali, Oknum Pengendara PCX Merah Dicari Polres Badung

Pihak lembaga memastikan akan menjatuhkan sanksi administratif yang berat, termasuk ancaman penonaktifan jabatan bagi oknum yang terbukti melanggar kode etik dan hukum.

Meskipun kepala KPPG Bogor sempat menyatakan bahwa kedua belah pihak sempat mengupayakan perdamaian secara kekeluargaan sesaat setelah kejadian, BGN menegaskan bahwa proses hukum tidak boleh berhenti begitu saja.

Baca lainnya: Bareskrim Polri Ringkus 9 Tersangka Korporasi Bidang Kelapa Sawit Terkait Karhutla Kalimantan

Tindakan kekerasan fisik di area institusi negara adalah pelanggaran serius. Oleh karena itu, kasus dugaan penganiayaan ini kini sepenuhnya diserahkan dan diproses secara hukum oleh Polresta Bogor Kota untuk memastikan keadilan bagi korban.

Pihak manajemen KPPG Bogor juga telah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat atas kegaduhan yang terjadi. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total dalam pengawasan ketat terhadap perilaku dan disiplin pegawai di lingkungan Badan Gizi Nasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST