Friday 2nd of October 2026

Diduga Terima Suap dari Kartel, Jaksa Agung Bolivia Diringkus Polisi Usai Visa AS Dicabut

Diduga Terima Suap dari Kartel, Jaksa Agung Bolivia Diringkus Polisi Usai Visa AS Dicabut

--

TOLIMAG – Dunia politik dan penegakan hukum di Bolivia diguncang oleh skandal korupsi dan narkotika terbesar tahun ini. Jaksa Agung Bolivia, Roger Mariaca, secara resmi ditangkap oleh aparat kepolisian setempat atas dugaan keterlibatan mendalam dengan jaringan kartel narkoba internasional.

Langkah hukum yang dramatis ini mengejutkan publik internasional, mengingat Mariaca merupakan salah satu figur hukum tertinggi di negara tersebut yang seharusnya berada di garda terdepan dalam memberantas kejahatan terorganisir.

Baca lainnya: Terkuak! Ini Motif Pembunuhan Sadis Wanita di Tempat Cuci Steam Motor Cipondoh, Polisi Ringkus Pria Asal Magetan

Penangkapan Roger Mariaca dikonfirmasi langsung oleh perwakilan Kementerian Pemerintahan Bolivia yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menurut sumber tersebut, penangkapan ini bukanlah sebuah insiden yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari tekanan politik dan penyelidikan intelijen internasional yang berjalan selama beberapa bulan terakhir. Proses penahanan Mariaca dilakukan hanya berselang dua hari setelah Pemerintah Amerika Serikat melalui Kementerian Luar Negerinya secara resmi mencabut visa milik sang Jaksa Agung atas tuduhan keterlibatan dalam aktivitas ilegal.

Tidak hanya menyasar sang Jaksa Agung, operasi pembersihan internal ini bergerak cepat dengan menangkap sejumlah pejabat tinggi hukum lainnya di wilayah Santa Cruz.

Otoritas kepolisian Bolivia juga meringkus Jaksa Wilayah Santa Cruz, Alberto Zeballos, yang dituduh berada dalam satu lingkaran konspirasi yang sama. Zeballos dan Mariaca dituding oleh Washington telah menerima aliran dana suap dalam jumlah besar untuk memfasilitasi jalur perdagangan narkoba serta membantu para gembong kartel besar meloloskan diri dari jeratan hukum domestik.

Detik-detik penangkapan para petinggi hukum ini berlangsung sangat menegangkan dan diwarnai ketegangan aparat. Kepolisian Bolivia melakukan penggerebekan massal di kantor pusat Kejaksaan Agung yang terletak di Sucre, ibu kota resmi Bolivia.

Baca lainnya: Berakhir Dipecat? Ini Dia Fakta Terbaru Kasus Video Viral Kepala Sekolah dan Guru SD Indehoy di Lingkungan Sekolah!

Operasi taktis tersebut disiarkan secara langsung melalui akun media sosial resmi kepolisian, memperlihatkan puluhan personel bersenjata lengkap mengepung dan mengamankan gedung kejaksaan. Tindakan intervensi kepolisian ini sempat mendapat perlawanan verbal yang sengit serta kecaman keras dari jajaran staf internal kejaksaan.

Kepala Komunikasi Kantor Kejaksaan di Sucre, Claudia Pardo, sempat menyuarakan protesnya di tengah kepungan aparat kepolisian. Pardo menyebut tindakan kepolisian yang langsung menerobos masuk dan mengamankan ruangan kerja Jaksa Agung sebagai bentuk intervensi ilegal terhadap institusi kejaksaan yang independen. Meski demikian, kepolisian bergeming dan tetap melaksanakan perintah penahanan terhadap Mariaca berdasarkan bukti-bukti permulaan yang dianggap sudah sangat mencukupi.

Sebelum gelombang penangkapan ini terjadi, tensi antara pihak Kejaksaan Agung Bolivia dan otoritas keamanan Amerika Serikat memang sudah memanas. Pihak kejaksaan sempat mengeluarkan rilis resmi yang membantah keras segala tuduhan suap dari kartel yang dilayangkan oleh Amerika Serikat. Mereka mengklaim tuduhan tersebut merupakan bentuk tekanan politik luar negeri yang sengaja diembuskan untuk mengganggu jalannya penyelidikan internal yang sedang dilakukan oleh pihak kejaksaan di Bolivia. Namun, pembelaan tersebut patah setelah kepolisian menemukan bukti-bukti domestik yang menguatkan keterlibatan sang Jaksa Agung.

Dampak dari penangkapan ini diprediksi akan mengubah lanskap politik dan hukum di Bolivia secara signifikan. Dengan masuknya nama Roger Mariaca dan Alberto Zeballos ke dalam daftar hitam korupsi narkotika internasional, kredibilitas sistem peradilan Bolivia kini berada di titik nadir. Publik menuntut reformasi total di tubuh kejaksaan dan meminta kepolisian mengusut tuntas semua berkas perkara narkoba yang pernah ditangani oleh Mariaca, demi melihat apakah ada manipulasi hukum yang menguntungkan pihak kartel selama masa jabatannya.

Source:

Update Terbaru

RELATED POST