TPA Jatibarang Semarang Kembali Terbakar, Kobaran Api Hanguskan Area Hingga 10 Hektare
--
TOLIMAG – Peristiwa kebakaran hebat kembali melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang yang berlokasi di Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Kobaran api dilaporkan mulai terdeteksi merembet dengan sangat cepat sejak malam hari dan langsung meluas akibat hembusan angin kencang serta tumpukan limbah kering. Berdasarkan laporan terakhir di lapangan, luas area gunungan sampah yang hangus terbakar kini diperkirakan telah mencapai hampir 10 hektare.
Kebakaran ini awalnya diketahui muncul dari titik api di kawasan Zona 1. Akibat material sampah yang didominasi plastik dan kertas serta kondisi cuaca panas, api dengan sangat cepat melompat dan merambat ke Zona 2 hingga akhirnya melahap Zona 3.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, menjelaskan bahwa seluruh jajarannya dikerahkan secara maksimal demi melokalisir pergerakan api agar tidak semakin meluas ke pemukiman penduduk sekitar maupun area hutan produksi terdekat.
Baca lainnya: Geger Air Sungai Brantas Malang Mendadak Berubah Warna Menjadi Ungu Gelap, Diduga Berasal Dari Limbah Industri
Dalam proses penjinakan api, tim gabungan menghadapi kendala teknis yang sangat berat di lokasi kejadian. Faktor utama yang membuat api sulit dipadamkan adalah tingginya kandungan gas metana yang terperangkap di bawah lapisan gunungan sampah padat. Gas metana ini bertindak layaknya bahan bakar alami yang terus menyuplai energi pada titik api bawah permukaan (underground fire), sehingga memicu kemunculan pusaran api atau fire whirl di beberapa titik kobaran.
Untuk menyiasati minimnya pasokan air di sekitar lokasi TPA, Dinas Damkar Kota Semarang berencana melakukan tindakan darurat dengan membendung aliran sungai yang berada di sekitar kawasan Jatibarang. Langkah pembendungan ini dikombinasikan dengan pemasangan pompa air berkapasitas besar agar pasokan air untuk armada pemadam tidak terputus di tengah jalan.
Selain armada tangki air, sejumlah alat berat seperti ekskavator dan dozer dari Dinas Lingkungan Hidup ikut diterjunkan untuk mengurai tumpukan sampah guna memutus jalur api.
Dampak buruk dari insiden ini kini sudah mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat yang tinggal di radius sekitar satu kilometer dari TPA Jatibarang.
Baca lainnya: Gacor King! Rahmat Erwin Abdullah Berhasil Raih Emas Asian Games 2026 Sekaligus Pecahkan Rekor Dunia Bidang Weightlifting
Kepulan asap putih pekat berbau sangit menyelimuti wilayah pemukiman sejak pagi hari, bahkan sebarannya dilaporkan mulai mengganggu jarak pandang di ruas jalan Tol Krapyak-Kaliwungu.
Warga mengeluhkan sesak napas dan bau menyengat yang menempel di pakaian, sehingga pihak berwenang mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan dan wajib mengenakan masker.
Hingga saat ini, penyebab pasti dari munculnya titik api pertama masih berada dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian dan BPBD Jawa Tengah.
Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko logistik dan dapur umum untuk menunjang kebutuhan fisik puluhan petugas damkar dan relawan yang terus berjibaku memadamkan sisa api. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah terbuka selama musim kemarau ekstrem guna mencegah terjadinya bencana serupa.